Cara Menjadi Dropshipper Sukses. Mulai dari Nol Hingga Memiliki Brand Sendiri

By | March 11, 2019

Cara Menjadi Dropshipper Sukses. Mulai dari Nol Hingga Memiliki Brand Sendiri. Menurut Dictionary Cambridge, reseller merupakan perusahaan atau individu yang membeli produk dari manufaktur atau pabrik untuk di jual kembali ke customer.
Jadi memang reseller itu adalah saat Anda mengeluarkan sejumlah modal terlebih dulu, baru bisa berjualan.
Sedang untuk yang memasarkan (hampir) tanpa modal itu adalah dropshipper.
“Apa saya bisa/dapat membuat brand sendiri dengan memasarkan produk orang lain ?”

Apakah Carrefour, Matahari Mall, lazada dan lain-lain itu memasarkan produk yang mereka produksi sendiri ?
Mungkin ada sebagian produk yang mereka produksi, tapi mayoritas mereka memasarkan produk dari menjadi reseller atau dari perusahaan lain.
Itu berarti Anda tidak perlu ribet lagi untuk memproduksi barang sendiri untuk bisa melakukan bisnis dan memiliki brand.
Dan Anda juga dapat/bisa mulai saat ini !
Ini ada beberapa cara yaitu sebagai berikut :

1. Produk apa yang mau Anda jual ?

Pastinya Anda mau memasarkan produk yang sifatnya berkesempatan besar dan sustainable kan ?
Maka dengan begitu, ada sebagian prasyarat yang mesti dipertimbangkan sebelum Anda mau mengambil keputusan yaitu sebagai berikut :

– Spesifik
Di langkah ini kita mau lebih mempersempit jangkauannya.
Faktanya masih sama seperti point sebelumnya, agar lebih fokus, baik itu dalam sumber daya, pemasaran, kompetitor, penjualan, dan factor lainnya.
Jangan sampai memasarkan kaos, akan tetapi jualah ‘kaos polos berbagai macam warna dengan bahan Gildan 30s’.

– Jangan terlalu banyak menjual berbagai macam produk

Untuk brand skala kecil menengah, mesti untuk fokus dalam satu bidang bisnis.
Fungsinya agar brand awareness bisnis Anda di mata konsumen itu lebih optimal.
Disamping itu, dari factor pesaing juga akanberpengaruh.
Makin banyak aneka produk yang Anda jual, maka dengan begitu itu akan menjaring lebih banyak pesaing juga.
Yang berarti akan sulit untuk brand Anda nantinya dapat memenangkan persaingan pasar.
Terakhir, dari segi sumber daya bisnis Anda sendiri.
Terkecuali Anda yaitu pemain berskala besar yaitu seperti para pesaingnya dan Carrefour.

– Sustainable
Biar brand Anda nanti bisa tahan lama, maka dengan begitu produk yang akan di jual juga mesti ‘tahan banting’.
Hindari memasarkan produk yang sifatnya yang sementara, seasonal dan sesuai tren.
Misalnya gelang keseimbangan, batu akik, ornament Natal, dan lain-lain.

– Tidak mudah rusak
Dropshipper atau Reseller online berarti Anda memasarkan via online, dimana umumnya tujuan pasarnya cenderung ada di sebagian daerah, mancanegara dan berskala nasional.
Maka dengan begitu, hindari produk yang rentan rusak selama pengiriman. Terkecuali bisa di kemas sehingga aman dari kerusakan.

– Tingkat permintaannya tinggi
Cari produk yang betul-betul akan di pakai oleh konsumen.
Pertimbangkanlah factor customers dan tingkat permintaan wants and needs.
Siapa coba yang mau beli produk itu ?
Boro-boro mau beli, mungkin di beri gratis juga belumlah pasti ada yang mau pakai.

– Legal
Beberapa waktu yang lalu (ketika artikel ini dibikin), Indonesia di hebohkan dengan produk yang polemis dan dinilai mempunyai unsur pornografi.
Berhati-hati untuk memasarkan sebuah produk, terutamanya di Indonesia yang memiliki regulasinya sendiri.
Yakinkan produk itu telah terdaftar secara resmi, maka tidak terjadi masalah perijinan di saat brand Anda sudah berskala besar.
Setidaknya produk yang Anda jual itu tidak menyebabkan menentang aturan atau konflik.

– Hindari produk yang memiliki banyak kompetitor ‘raksaksa’
Hindarkan kompeitor dengan banyak pesaing yang memasarkan produk dalam volume tinggi.
Kita tidak mau memasarkan peralatan Mac yang telah ada lebih dari 10 kompetitor raksaksa.
Dimana setiap bulannya masing-masing mereka dapat menjual ratusan bahkan juga ribuan unit.
Akan tetapi janganlah berkecil hati dulu, sebab ada solusi dari masalah ini, yaitu dengan memberi value pada brand kita masing-masing.
Akan saya terangkan pada point di bawah.

– Pilih produk yang sederhana (gampang di kirim dan memiliki ukuran kecil)

Bila saya pribadi menjadi reseller online atau dropshipper online.
Saya hindari berjualan produk yaitu seperti lemari es, paku bumi, nitrogen cair, ban traktor, baja ringan yang mana produk-produk ini jauh lebih mahal dan rumit untuk pengiriman jarak jauh.

2. Analisa kompetitor

Masih inget kan di point pertama saya katakan kompetitor ‘raksaksa’?
Janganlah senang dulu bila nyatanya kompetitor Anda itu sedikit jumlahnya yang raksasa atau tidak ada.
Meskipun kompetitor dari target market atau produk Anda itu masih bertaraf kecil-menengah, bukan bermakna mereka bisa/dapat di acuhkan begitu saja.
Tekuni cara mereka dalam melakukan pemasaran, bagaimana cara untuk menanganinya dan apa yang salah dari mereka.
Apakah yang membedakan mereka dari kompetitor yang lain ? Mengapa konsumen lebih pilih kompetitor A dibanding dengan kompetitor B ? Media pemasaran apa yang mereka pakai ?

Tugas Anda saat ini yaitu :

Tulislah 5 kompetitor terbesar Anda saat ini, catat apa kelemahan dan kelebihan mereka. Lantas bandingkan dengan brand yang akan Anda bangun kelak.
Bagaimana Anda menangani kelebihan mereka biar bisa memenangi persaingan, dan pakai kelemahan mereka sebagai bahan untuk pembelajaran bisnis Anda nanti.

3. Siapa yang mau beli produk Anda ?

Setelah Anda pilih produk yang mau di jual, saat ini waktunya untuk menentukan siapa tujuan pasar yang mau Anda tuju.
Tetapkan tujuan pasar secara spesifik, atau yang biasa dikatakan dengan buyer persona.
Dari mulai style kelamin, umur, hoby, dan factor yang lain yang dapat digunakan sebagai promosi dan pendekatan. Maka dengan begitu janganlah remehkan langkah ini, sebab dengan tahu tujuan market, sehingga Anda dapat memasarkan produk lebih fokus lagi sesuai dengan jati diri mereka.

4. Cari supplier

Setelah Anda betul-betul meyakini dengan pilihan target market, produk dan kondisi pasar yang berkesempatan, sehingga langkah selanjutnya yaitu mencari sumber supplier/pemasok.
Langkah ini cukup menyenangkan buat saya.
Sebab di sini saya seperti berlomba-lomba untuk mencari supplier dengan kualitas yang tepat dan harga termurah di media online mana saja, dengan ribuan reseller yang lain.

Prasyarat supplier yang baik yaitu sebagai berikut :

– Fast response. Khususnya buat para dropshipper atau reseller online. Tanggapan yang cepat itu satu diantara aspek penting biar mempunyai brand yang baik. Masalah engga-nya atau rumah itu belakangan.

– Harga yang di tawarkan murah. Berarti betul-betul murah dibanding dengan pemasok yang lain. Ditambah lagi bila ada sistem yang menguntungkan dropshipper dan reseller online, seperti Ocean Seven T-shirt Factory.

– Komisi jelas. Cari supplier yang tidak cuma memberi harga yang murah, akan tetapi juga memberi harga khusus untuk reseller.
Sebagai contoh supplier A memasarkan tas pria dengan harga satuan (customer) dan reseller di pukul rata @ Rp 120,000,-
Bila Anda mendapatkan modal segitu, automatis Anda mesti menaikan harga setidaknya Rp 150,000,-
Lantas mengapa konsumen mesti membeli tas di toko Anda dengan harga yang lebih mahal, sedangkan ada harga yang lebih murah, yaitu supplier Anda sendiri ?

– Terpercaya. Tidak perlu di jelaskan.

– Tempat kirim dekat dengan pasar. Saya sendiri prefer memiliki supplier yang mengirim produk dari daerah Jabodetabek.
Akan tetapi bila nyatanya supplier Anda cuma berada di luar daerah itu, bukan jadi masalah. Yang penting yaitu pertimbangkan biaya dan estimasi pengirimannya.

– Produknya memiliki kualitas tinggi. Sehingga hal ini layak diperhitungkan untuk menjaga brand image bisnis Anda yang akan datang. Jangan sampai memelihara, bahkan juga mengoleksi kekecewaan konsumen.

– Stock barang. Cari penyuplai yang memiliki stock barang yang berlimpah atau selalu ready stok, sehingga tidak ada alasan untuk konsumen tidak jadi membeli sebab kehabisan stock.
Disamping itu lihat juga bagaimana sistem cek stoknya. Lewat online itu lebih baik sebab real-time Anda bisa cek kapanpun dan di mana saja.
Akan tetapi bila memang masih manual, yakinkan penyuplai itu memiliki response super cepat untuk konfirmasi tersedianya stock.

– Tidak asal seruduk. Supplier yang baik itu tidak merampas konsumen Anda sebagai dropshipper dengan cara apa pun. Contohnya menyisipkan kartu nama atau ketika pengiriman, menghubungi konsumen kita secara diam-diam, dan lain.

# Langkah pertama yaitu mencari supplier di media yang tepat.

Cari 1 sampai 5 (lima) calon supplier yang paling memenuhi persyaratan diatas dan sesuai dengan keperluan Anda.
Mengapa mesti sampai 5 (lima) supplier ? Sebab kita mau mencari supplier yang betul-betul cocok dari segala segi.
Bisa lebih, sebab umumnya pun 5 calon supplier itu tidak tepat semua.

– Tokopedia
Untuk mempercepat waktu dalam mencari supplier yang terjamin mutunya, maka dengan begitu aktifkan feature Gold Merchant pada kolom penelusuran. (opsional)
Umumnya yang memiliki feature ini adalah pedagang-pedagang yang memang serius untuk berjualan.

– Kasus
Media ini yaitu satu diantara tempat favorite saya dalam mencari supplier secara online.
Dulu, sebelum ada sistem approval untuk penawaran kerja sama, saya mesti cermat dalam pilih supplier yang terpercaya.
Akan tetapi sejak ada sistem ini, Anda tinggal mencari supplier yang cocok sesuai dengan keperluan Anda.
Ingat, sistem approval ini cuma berlaku pada sub forum kerja sama, selain itu Anda mesti cermat dalam pilih supplier yang terpercaya.

– Bukalapak
Sama seperti sebelumnya, Anda bisa mempercepat proses penelusuran dengan mengaktifkan feature Premium Seller atau Top Seller. (opsional)
Janganlah lupa cek ‘Baru’ pada kolom kondisi.

– Media lainnya.
Anda bisa mencari supplier dari mana pun (Instagram, Google, Facebook, atau sebelah rumah Anda). Yakinkan prasyarat supplier yang baik itu terpenuhi.

 

# Langkah ke dua yaitu membeli produk sebagai contoh.

Yakinkan sampai di tahap ini, Anda telah menemukan 2 sampai 3 calon supplier terakhir.
Maka waktunya untuk menghubungi mereka untuk mengajukan kerja sama sebagai reseller.
Ukur seberapa cepat supplier itu untuk membalas pesan Anda.
Eliminasi supplier dengan tanggapan yang lamban.
Maka sampai sini kemungkinan jumlah calon supplier And menyusut.
Setelah itu, belilah setidaknya 1 produk dari masing-masing supplier.
Lakukan penilaian lagi bagaimana supplier ini mengatasi pesanan sampai produk sampai ke rumah Anda.
Uji kualitas produk yang sudah sampai, bahkan dari mulai cara pengemasan produk itu biar aman ketika pengiriman.

 

# Langkah terakhir yaitu menentukan 1 (satu) supplier resmi.

Tidak masalah bila nyatanya ada lebih dari 1 (satu) supplier yang memenuhi syarat.
Akan tetapi tetapkan 1 (satu) supplier yang memiliki nilai lebih, yaitu kompeten dan profesional.
Jalin hubungan yang baik dengan para penyuplai itu.
Sebab dari pengalaman saya, saat kita sebagai reseller dapat menjalin hubungan baik dengan para penyuplai, maka dengan begitu rasa yakin pun muncul.
Satu diantara dari hasil membangun keyakinan dengan penyuplai yakni saya bisa booking produk terlebih dulu sebelum transfer agar tidak kehabisan.

 

5. Menentukan harga jual

Perlu diketahui, bahwa ada sebagian supplier yang mewajibkan para resellernya untuk memasarkan produk dengan harga yang telah ditetapkan.
Arah utamanya agar tidak menjatuhkan harga pasar.
Akan tetapi itu tidak semua cuma sebagian, sedangkan untuk yang memberi kebebasan, waktunya Anda menentukan taktik harga jual yang paling tepat.
Saya tidak akan ulas pricing strategy secara lengkap di artikel ini.
Dari mulai jenis-jenis pricing hingga menentukan metode yang paling cocok untuk setiap bisnis.
Terlalu banyak materinya.
Secara singkat buat Anda para dropshipper online, janganlah terlalu berharap memiliki keuntungan yang tinggi dari setiap produk yang di jual, sebab pada intinya Anda tidak bisa merubah produk.
Biasa keuntungan sebesar 10 sampai 20% telah lebih dari cukup untuk setiap produk yang Anda jual.
Lebih dari cukup sebab Anda tidak ngeluarin modal untuk membeli produk terlebih dulu, cuma modal pemasaran saja.
Penelitian juga harga jual di market.
Janganlah berkecil hati bila ada kompetitor lain yang bisa memasarkan produk lebih murah.

Ilustrasi

Saya ambil contoh yang di lampirkan dalam buku Marketing Principles (v 1.0), Chapter 3.
Dalam langkah menentukan produk yang mau di beli oleh konsumen, harga terjangkau bukan jadi satu-satunya jaminan produk itu ‘pasti laris’.
Akan tetapi factor yang lain juga dipertimbangkan yaitu seperti kualitas pelayanan.
Pada buku itu, di ilustrasikan bahwa Anda mau beli sebuah tas.
Anda nemu satu pedagang dengan harga tas yang murah.
Akan tetapi nyatanya pedagangnya responnya lama, jutek atau bahkan juga tidak menghargai Anda sebagai konsumen.
Apa Anda masih mau beli tas murah itu ?
Bisa tidak bisa iyah, tergantung seberapa kuat mental diri Anda sendiri.
Garis besarnya, harga murah bukan jadi jaminan.

 

6. Evaluasi ulang dan analisis

Inilah terakhir dari langkah pertama sebelum Anda mendeklarasikan bendera bisnis (baca: brand) Anda sendiri sebagai dropshipper yang sukses.
Kerjakan analisa dari mulai langkah awal menentukan produk sampai harga jual.
Produk apakah yang mau di jual itu berpeluang dalam pemasaran online?
Apa sampai di langkah ini Anda telah bisa/dapat memenuhi permintaan customers atau pasar ?
Siapa konsumen yang akan Anda layani ? Apa yang mereka suka ? Sosok seperti apa mereka ? Bagaimana karakteristiknya ?
Apa supplier yang telah di tetapkan itu dapat bekerja sama dengan berkelanjutan atau dengan baik ? Apakah telah memenuhi syarat supplier yang baik ?
Kami merekomendasikan untuk meringkas langkah pertama ini sebagai fondasi pertama Anda. Sehingga ulangilah dari langkah pertama bila masih ada kebimbangan.

Sampai langkah ini, sebetulnya Anda sudah siap untuk berjualan, akan tetapi..

Sampai langkah ini, sebetulnya Anda sudah siap untuk berjualan, akan tetapi..
Yap, secara Anda sudah memiliki semua persiapan untuk bisa berjualan.
Akan tetapi begitu di sayangkan buat Anda yang memiliki tujuan jangka panjang, bila tidak meneruskan tahapan selanjutnya.
Di tahapan selanjutnya, Anda akan bisa untuk membangun ‘kerajaan’ bisnis sendiri.
Pastinya untuk memperbesar skala bisnis dan sejuta keuntungan yang lain.
Sebut saja seperti tingkat keyakinan konsumen menyebar dan meningkat, bendera bisnis Anda mudah di kenali dan terus di ingat, promosi secara efisien dan efektif, atau memberi nilai lebih kepada konsumen dari sekadar jadi reseller biasa.
Dan menurut saya pribadi, langkah selanjutnya yaitu langkah yang paling seru diantara langkah yang lain biar jadi reseller online yang sukses.
Mau?

Mari kita membangun brand.

 

7. Tetapkan identitas brand

Brand itu lebih dari sekadar desain logo atau nama.
Sederhananya, brand yaitu pengalaman konsumen saat mereka membeli atau mengerjakan bisnis dengan sebuah perusahaan.
Sementara untuk identitas brand ini mempresentasikan Seperti apa brand Anda itu ?.
Saat (sebagian besar) penduduk memakai brand Apple tentu itu membawa kebanggaan tersendiri.
Begitu juga dengan brand GoPro ? Apa asumsi Anda sendiri terhadap brand ini ?
Apa asumsi penduduk terhadap brand Apple ?
Pastinya ‘mewah’ kan?
Camera untuk berolahraga ekstrim ? Menjelajah ? Petualangan? Under-water?
Apa pun asumsi Anda, penduduk lainnya dan saya terhadap GoPro itu dibentuk sebab pengaruh branding yang kuat.

Lantas, bagaimana triknya agar saya bisa memiliki identitas brand yang kuat ?

Lakukan penyesuaian dan analisa dari apa yang telah Anda lakukan sebelumnya.
Dari mulai siapa produk apa yang Anda jual, tujuan market Anda, dan bagaimana brand Anda ini mau dianggap oleh para konsumen.
Sekali lagi mohon maaf, saya tidak akan mengkaji branding secara lengkap di sini sebab materinya sangat banyak.
Akan tetapi untuk memperjelas identitas brand, Anda mesti bisa memberi emosi, gaya, nilai tersendiri kepada konsumen.
Setelah itu tunjukan identitas dengan visual (ada di point selanjutnya).
Misalnya saya menunjukan identitas Digitalinbro lewat kata-kata yang sangat santai ini.

 

8. Menentukan nama brand

Biar Anda memiliki brand yang lebih kuat lagi, sehingga mesti di dukung dengan nama brand yang tepat.
Nama brand ini akan terus menempel saat kita jadi reseller online. Terkecuali Anda membuat brand baru yang lain.
Maka degan begitu penentuan nama brand tidak bisa dilakukan sembarangan.
Ya menurut saya dalam memilih nama brand itu gampang-gampang susah.
Ini ada beberapa tips singkat dalam memilih nama brand yaitu sebagai berikut :

– Belum digunakan oleh orang lain

Sebelum Anda mendeklarasikan nama brand Anda secara resmi, yakinkan kalau nama brand itu belum ada sebelumnya.
Terutamanya untuk tersedianya domain untuk web Anda nanti.
Untuk cek domain, Anda bisa memakai cek domain availability GoDaddy.com.
Sementara untuk media sosial, tinggal cari username yang paling cocok untuk nama brand itu.

– Lebih baik hindari singkatan

Memakai singkatan dalam nama brand sama seperti akan menyusahkan konsumen untuk mengingat.
Kecuali Anda pemain besar dengan taktik pemasaran yang kuat yaitu seperti M&M, H&M dan OLX.
Misalnya seperti FJM Fashion Shop, MJF Shop dan IYDPMW Store.

– Hindari nama brand yang ‘pasaran’

Terutamanya saat ini, hindari nama brand yaitu seperti Sejahtera Lancar Shop, Toko Maju Jaya, Sukses Makmur Berbakti Shop, dan lain-lain.
Saya memahami bila nama itu adalah doa.
Akan tetapi bila dari aspek branding, nama yang banyak dipakai seperti ini akan jadi susah untuk di ingat dan di kenali oleh konsumen.

– Berani beda
Pernah denger Soto Gebrak ? Rawon setan ?Atau BERAK ?
Yang terakhir itu memang brand betulan.
Saya sendiri pun kaget saat pertama tahu.
Nam brand yang unik, bahkan juga nyeleneh seperti itu akan begitu gampang di kenal dan di ingat oleh konsumen.

 

9. Visualisasikan

Identitas dan personalitas brand Anda bisa dimengerti oleh target audience, cuma apabila Anda dapat menyampaikannya dengan tepat (satu diantaranya dari aspek visual).
Visual branding itu tidak cuma sebatas web dan logo, akan tetapi semuanya yang bersifat visual yang ada dalam brand itu.
Dari mulai warna karakteristik font web, brand, pola atau gaya bahasa.
Dan visual ini mesti segaris dengan identitas brand yang telah ditetapkan, dan dapat membuat ‘pengaruh’ yang kuat kepada orang yang lihat.
Sederhananya, apa kesan Anda bila contohnya ada kantor hukum memakai font seperti ini ?
Seperti bercandaan ? Lucu ? Tidak profesional ?
Itu mengapa visualisasi brand tidak bisa dibikin dengan sembarangan.
Buat Anda yang tidak jago design dan biaya hanya terbatas untuk hire designer, maka dengan begitu Anda dapat memakai aplikasi seperti Canva.com atau Ease.ly.

 

10. Pilih media

Di langkah ini, Anda mulai mengenalkan dan mendistribusikan keberadaan brand kepada target audience, pasti setelah pondasinya telah siap.
Sementara, biar pendistribusian itu berjalan dengan efesien dan efektif, maka dari itu perlu diletakkan pada media online yang tepat.
Terutamanya untuk penyebaran di media sosial, Anda mesti menyesuaikan apa konsumen Anda itu memakai media sosial itu.
Jangan sampai Anda telah susah payah membangun brand dengan melalui Facebook, nyatanya sebagian besar konsumen Anda memakai Instagram.

Silahkan tekuni berkaitan SMM (Social Media Marketing) agar Anda tidak salah langkah.

Sumber : https://digitalinbro.com/cara-menjadi-dropshipper-sukses/

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *