6 Tips Memulai Bisnis Online untuk Meningkatkan Pendapatan

By | July 16, 2019

6 Tips Memulai Bisnis Online untuk Meningkatkan Pendapatan.

Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan penghasilan yaitu dengan mengawali usaha baru. Mengingat saat ini banyak orang yang menginginkan segala hal yang gampang dan tidak menyulitkan, jadi mengawali bisnis online rasanya bisa jadi pekerjaan sampingan yang bisa Anda andalkan. Tapi, sebelum mengawali bisnis online, ada sebagian hal yang harus dilihat biar produk yang di jual bisa menarik perhatian calon konsumen dan menambah pundi-pundi keuangan Anda.

6 Tips Memulai Bisnis Online untuk Meningkatkan Pendapatan.

1. Tahu Persis Di Mana Akan Mengambil Barang

Rencanakan dengan jelas apakah Anda akan mengambil barang dari produsen atau distributor lokal, atau akan mengambil barang di luar negeri. Hal ini pastinya mesti disesuaikan dengan tersedianya dana yang Anda miliki, apabila memang tidak banyak jadi tidak ada salahnya untuk mulai melirik distributor lokal. Coba hampiri pusat grosir yang berada di daerah Anda, atau apabila Anda berencana untuk mengambil barang lokal, hampiri produsen lokal atau pengrarjin yang ada di sekitar Anda. Umumnya harga modal akan jauh lebih miring dibanding harus mengimpor barang dari pemasok luar negeri.

Baca Juga : 5 Trik Marketing Yang Harus Ada Di Bisnis Anda !.

Menjadi pengimpor juga mempunyai keuntungan sendiri, biasanya para penjual di Indonesia mengambil barang dari Tiongkok, tepatnya di kota-kota industri yaitu seperti Shenzhen, Guangzhou atau Yiwu. Keunggulan utama jadi pengimpor adalah harga nya yang teramat miring apabila dibanding harga distributor Indonesia. Tentunya untuk mendapat keuntungan ini, Anda akan diharuskan untuk mengambil barang dalam jumlah yang banyak, disamping itu Anda tidak bisa langsung melakukan pengecekan barang di tempat sebab barang yang di bawa terlalu banyak. Umumnya akan ada sebagian barang yang cacat produksi, yang pastinya telah jadi hal lumrah dalam dunia bisnis import. Anda juga mrsti memperhatikan kemampuan berkomunikasi dalam berbahasa di negara exportir, negara seperti Tiongkok contohnya akan menuntut Anda untuk mampur berbahasa Mandarin biar bisa berkomunikasi dengan distributor lokal. Tapi, apabila mau memasok barang dari Thailand umumnya bahasa Inggris masih bisa diandalkan. Disamping itu, ketika akan mengimpor barang, Anda juga mesti memperhatikan biaya pengiriman ke Indonesia, disertai dengan ketetapan bea cukai. Apabila terlalu mahal dan dikenakan denda, bisa-bisa barang yang sudah di beli akan di tahan dan tidak bisa di jual.

Apabila tidak mau repot mendatangi distributor, Anda bisa langsung belanja sebagai reseller dari toko-toko online yang telah ada. Umumnya toko-toko itu mempunyai harga spesial untuk para reseller, dengan minimal pembelian tertentu. Cuma saja, baik menjadi reseller yang langsung mendatangi toko atau reseller online mempunyai kekurangan, yaitu dari segi harga yang Anda dapatkan tidak akan semurah harga produsen atau distributor. Disamping itu, khusus untuk reseller online Anda juga tidak bisa mengecheck langsung kualitas barang, maka sistem seperti ini sama halnya seperti membeli kucing dalam karung. Gambar yang diberikan reseller bisa saja begitu bagus, tapi nyatanya pada kenyatannya tidak sesuai dengan keinginan.

2. Pilih Nama Merk yang Sesuai dengan Produk

Hal paling mendasar adalah dengan mempersiapkan nama merk yang sesuai dengan produk Anda. Hindari memilih nama merk yang begitu sulit di ingat, biar calon konsumen bisa lebih gampang mencari tahu berkaitan produk yang Anda jual. Disamping itu, nama merk yang bisa merepresentasikan jenis produk juga akan mempermudah calon konsumen dalam mengingat. Disamping itu, lihat lagi siapa target audiens Anda. Apabila memang produk yang Anda jual akan dibandrol dengan harga yang miring, ada baiknya untuk tetap memakai nama-nama sederhana dan hindari nama dengan bahasa Inggris. Lain halnya apabila memang produk yang akan Anda jual berharga mahal dan ditargetkan untuk anda menengah ke atas, Anda bisa mempertimbangkan nama-nama yang aneh dan disertai dengan bahasa Inggris.

3. Daftar Mobile Banking dan/atau Electronic Banking

Saat akan mengawali usaha online, ada baiknya untuk mulai mempersiapkan account mobile banking dan/atau electronic banking. Sehingga hal ini dilaksanakan biar Anda bisa lebih gampang mengevaluasi pengeluaran, dan mengatur setiap pembayaran yang masuk dan dilakukan oleh para calon konsumen. Anda bisa mengecheck seluruh pembayaran dari mana saja, hanya dengan modal smartphone yang Anda miliki. Pilihlah bank dengan layanan mobile banking dan/atau electronic banking yang baik dan cukuplah dikenal, biar bisa mempermudah proses pembayaran yang dilakukan oleh konsumen.

4. Siapkan Photo Asli yang Jelas dan Berkualitas

Setelah barang-barang yang akan di jual telah siap, inilah saat yang paling penting, yaitu memfoto produk yang telah di beli. Pastikan untuk memakai camera yang bisa menghasilkan photo berresolusi tinggi. Umumnya distributor memang telah mempunyai photo produk yang bisa langsung Anda pakai untuk memasarkan barang, cuma saja hal itu cuma akan membuat produk Anda terlihat sama seperti kompetitor yang lain. Maka dengan begitu sempatkan waktu untuk memfoto produk agar bisa mendapat hasil yang lebih optimal. Ambil photo di bagian-bagian yang detail, sehingga calon konsumen bisa lihat photo produk Anda sampai begitu jelas. Untuk lebih menarik, pakai software yang bisa dipakai untuk meng-edit photo. Ingat, janganlah terlalu berlebih biar hasil photo masih terlihat alami.

5. Jangan Terbatas dalam Satu Platform Saja

Mengawali bisnis online bermakna Anda juga mesti mendaftarkan account baru sebagai tempat berbisnis. Saat ini platform yang cukup sering dipakai adalah Instagram. Tapi, untuk mengoptimalkan income Anda, coba untuk tak terbatas dalam satu platform saja. Coba untuk mendaftarkan account baru di online marketplace yang juga cukuplah popular di Indonesia, yaitu seperti Shopee atau Tokopedia. Setiap online marketplace mempunyai keunggulan masing-masing, jadi tidak ada salahnya untuk mencoba.

Saat mengupload photo di account online marketplace maupun di instagram, janganlah lupa sertakan gambaran produk yang lengkap. Contohnya Anda memasarkan produk sepatu, sebutkan ukuran sepatu, dan ukuran panjang kaki dari ujung jari hingga ujung tumit, lantas tulis juga bahan sol yang dipakai pada sepatu itu. Apabila memasarkan produk baju, sebutkan ukuran-ukuran dengan lengkap, contohnya panjang baju, bagian dada, ukuran pinggang, dan lain sebagainya.

6. Manfaatkan Instagram Ads atau Facebook Ads untuk Memasarkan Barang

Dengan makin berkembangnya tehnologi, janganlah lupa untuk memakai media online untuk menjual produk yang akan anda jual. Kini anda bisa memakai iklan yang tampil di Instagram atau Facebook. Ke 2 sosial media ini saat ini menyediakan fasilitas iklan biar lebih gampang meraih target audiens yang mau Anda tuju. Selain itu, Anda juga bisa memilih orang-orang yang mempunyai minat di bidang tertentu, umur dan domisili tertentu. Jadi, dijamin produk Anda tidak akan salah sasaran.

Baca Juga : Cara Sukses Jualan Online Tanpa Modal untuk Pemula.

Tanggapi Pertanyaan Calon Konsumen dengan Pesat

Ketika produk telah mulai di luncurkan, tugas Anda berikutnya yaitu menyikapi seluruh pertanyaan dan layanan dari calon konsumen dengan cepat. Umumnya akan timbul pertanyaan-pertanyaan berkenaan detail produk yang sedang di jual. Di saat ini, awalilah menyikapi setiap pesan yang masuk dengan sapaan yang sopan dan hangat. Setelah itu, baru Anda bisa mencoba menjawab setiap pertanyaan yang di ajukan dengan jelas, dan janganlah lupa untuk menjual produk yang Anda jual biar calon konsumen makin berkeinginan untuk membeli.

Terima kasih, mudah- mudahan bermanfaat Jika anda ingin belajar lebih mendalam mengenai bisnis online, klik disiniĀ  untukĀ  baca infonya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *