4 langkah Mudah Melakukan Manajemen Resiko Usaha

By | April 11, 2019

4 langkah Mudah Melakukan Manajemen Resiko Usaha. Untuk dapat menangani resiko usaha itu memerlukan sebuah taktik yang tertata dengan baik. Manajemen Resiko Usaha atau Ilmu Risk management telah pasti mesti Anda baca sebagai kalangan para pengusaha. Apabila Anda berani menghadapi resiko pastinya mesti punya persiapan matang awal mulanya. Maka dengan mengtahui resiko-resiko yang mungkin terjadi kedepanya jadi akan mempermudah kita sebagai pelaku usaha dalam menentukan arah binis yang dikerjakan. Resiko usaha pasti akan tetap ada baik dari eksternal ataupun internet yang mau tidak mau harus dihadapi dengan pintar dan melihat sebagai bagian dari sebuah bisnis. Tidak kecuali baik itu bisnis yang bersekala kecil ataupun besar mereka mempunyai resiko usaha masing-masing.

Berikut ada 4 langkah gampang memanage resiko usaha :

1. Identifikasi Resiko

Dari berbagai jenis resiko usaha yang sudah di paparan awal mulanya, Anda bisa mencoba identifikasi kira-kira dari jenis resiko itu yang bisa muncul dalam usaha Anda yaitu yang mana. Kadang proses ini begitu membosankan sebab nyatanya resiko yang Anda pikirkan awal mulanya bisa muncul lebih banyak. Tapi saat resiko ini lebih sedikit dampaknya dibanding keuntungan pastinya Anda tidak akan sia-sia berusaha untuk menangani resiko ini. Inti dari proses ini yaitu di buatnya sebuah daftar dari setiap resiko yang bisa terjadi pada usaha Anda.

2. Ranking Berdasar Kerugian

Setelah mempunyai daftar berkaitan berbagai resiko usaha, waktunya Anda mengurutkan dan menganalisa berdasarkan dampak terburuk. Anda mesti fokus pada resiko yang paling besar akibatnya dan paling sering di alami khususnya pada jenis usaha Anda yang serupa. Mencari apa dampaknya pada karyawan, pada Anda, pada lingungan dan kelangsungan perusahaan.

3. Control Resiko

Daftar dengan berbagai resiko ini tidak akan bermakna apabila tidak ada rencana tindakan yang bisa dilaksanakan untuk penganggulangannya. Dalam menanggapi resiko usaha ada 4 bentuk sikap yaitu :

– Risk Reduction (Mengurangi Resiko).
Hal ini bermakna mencari sebuah aksi untuk mengurangi kerugian dari sebuah resiko yang bisa terjadi. Kemungkinan resiko berlangsung tetap ada tapi dampaknya sebisa mungkin diminimalisir. Contohnya, sistem alarm pendeteksi kebakaran, kebakaran tetap bisa berlangsung tapi resiko kerugian bisa di kurangi dengan sistem ini.

– Risk Avoidance (Menghindari Resiko).
Sikap berikut sering kali tidak efektif sebab dengan menghindari resiko ini bermakna Anda tidak berani mengambil peluang untuk berusaha dan menangani resiko, Anda bahkan juga tidak belajar akan apa pun. Aksi ini bermakna Anda tidak melakukan tindakan yang bisa mengakibatkan resiko itu berlangsung, termasuk juga tidak jadi melakukan sebuah taktik usaha yang sudah disusun.

– Risk Retention (Menerima Resiko).

Menerima artinya Anda cuma bisa merelakan kerugian itu terjadi. Sikap ini pastinya di ambil apabila tidak ada cara lain untuk menghadapinya. Misalnya apabila Anda salah mengirim barang atau salah menghitung uang pastinya kerugian mau tidak mau mesti Anda terima. Perlu di ingat juga apabila dampak kerugiannya begitu besar jadi lebih baik menghindari dibanding menerimanya.

– Risk Transfer (Memindahkan Resiko).
Tidak hanya mengurangi resiko dan menghindari, kita juga bisa mengalihkan resiko. Kita bisa mengalihkan tanggung jawab kepada pihak lain dengan membayar jasa itu. Misalnya apabila Anda mempunyai perusahaan barang pecah belah dan mesti mengirimkannya ke tempat yang cukuplah jauh dan jalan yang kurang memadai, daripada karyawan sendiri atau Anda sendiri yang mengantar lebih baik Anda memilih membayar jasa pengantar yang mempunyai asuransi barang pecah belah. Pasti resikonya akan Anda pindahkan ke pihak pengantar ini.

4. Monitoring dan Review

Setelah Anda sukses mengidentifikasi Resiko dan memilih taktik yang bisa diaplikasikan untuk setiap resiko, waktunya Anda untuk tetap siaga akan segala isu yang ada. Sebuah Isu yaitu sebuah gejala dari datangnya sebuah resiko atau bahkan juga krisis yang akan menempa. Sebuah isu pasti tidak selamanya mempunyai gejala akan tetapi setidaknya setelah mengenal jenis-jenis resiko usaha ini jadi Anda akan tahu di mana fokus Anda akan tertuju apabila resiko itu berlangsung. Apabila sebuah isu itu sudah jadi resiko yang sebetulnya dan menghadirkan krisis saatnya Anda untuk mengevaluasi atau meresolusi apa aksi Anda pada resiko itu berhasil sesuai yang Anda rencanakan ataukah tidak. Paling tidak setelah Anda berhasil mendapat hasil review ini akan Anda jadikan bahan pembelajaran untuk bisa lebih baik apabila menghadapi resiko ini kembali.

Demikian bahasan kali ini berkaitan Manajemen Resiko Usaha. Mudah-mudahan artikel yang sedikit ini memberi informasi yang berguna untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *